oleh:S. Wendyat
Tiba-tiba Uskup ada didepanku,
“Kamu mau jadi rektor di Garum nggak?”
Lho-lho, ini ditawari makan atau ditawari jadi rektor. Enak sekali dia ngomong. Sepertinya jadi rektor cuma duduk dan didandani jabatan rektor dan disenjatai hak veto. Kalau begitu memang enak. Asal ngomong, jadilah beres. Mataku cuma terbelalak.
